Publikasi

KELEMBAGAAN KELOMPOK WANITA TANI DI DUSUN SOKA DESA SELOHARJO KECAMATAN PUNDONG KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Sriyadi(*), Jazaul Ikhsan(**)

(*)Prodi Agribisnis FP UMY, (**)Prodi Teknik Sipil FT UMY

 

 

 

 

 Pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT)

Program ini dibuat dan dirumuskan berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim pengusul pengabdian dengan tim KKN UMY 084 untuk melihat potensi yang dimiliki oleh Dusun Soka yang notabennya memiliki ibu-ibu yang sangat produktif. Kegiatan yang dilaksanakan dalam pembentukan kelompok wanita tani meliputi penyuluhan kelembagaan, perumusan nama kelompok wanita tani, Penyuluhan administrasi keuangan dan managemen organisasi, penyuluhan dan pembibitan (Cangkok & Stek), pelatihan pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak, dan penanaman dan pembagian bibit.

  1. Penyuluhan Kelembagaan

Penyuluhan kelembagaan menjadi titik awal dimana Organisasi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Soka terbentuk. Dalam penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pengenalan kepada ibu-ibu secara rinci dan detail mengenai apa itu Organisasi Kelompok Wanita Tani (KWT), bagaimana cara Organisasi Kelompok Wanita Tani (KWT) berjalan, tujuannya bagaimana, hasilnya akan mengarah kemana, dan juga para ibu-ibu diberikan contoh secara langsung Kelompok Wanita Tani yang sudah berkembang, yaitu Kelompok Wanita Tani yang berada di Piyungan.  Materi dari penyuluhan langsung disampaikan oleh Bapak Sriyadi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2019 pukul 20.00-22.30 yang bertempat di rumah Bapak Dukuh. Penyuluhan kelembagaan organisasi kelompok wanita tani ini diikuti oleh ibu-ibu di Dusun Soka Desa Seloharjo yang berjumlah sekitar 60 orang dan juga mahasiswa KKN dari UMY yang berjumlah 10 mahasiswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam penyuluhan ini terdapat sedikit faktor penghambat, yakni cuaca mendung dan mati lampu, tetapi kendala tersebut dapat dengan segera ditangani.

  1. Perumusan Nama Kelompok Wanita Tani (KWT)

Setelah diadakannya penyuluhan kelembagaan yang disampaikan oleh Bapak Sriyadi, kelompok KKN 084 selanjutnya memfasilitasi para ibu-ibu untuk membentuk dan menentukan nama bagi organisasi KWT di Dusun Soka. Pada hari Minggu tanggal 27 Januari 2019 disepakati bahwa Kelompok Wanita Tani di Dusun Soka diberi nama “Soka Makmur”. Selain menentukan nama organisasi KWT, pada hari yang sama ditentukan pula struktur organisasi dari Kelompok Wanita Tani “Soka Makmur” dengan ketua Ibu Supatmi.

  1. Penyuluhan Administrasi Keuangan dan Managemen Organisasi KWT

Penyuluhan dilaksanakan setelah Kelompok Wanita Tani Soka Makmur sudah

memiliki struktur organisasi yang jelas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anggota Kelompok Wanita Tani Soka Makmur

mengenai pembukuan dalam organisasi. Dalam kegiatan ini difasilitasi 3 (tiga) buku yaitu buku notulensi, buku absensi, dan buku keuangan yang bisa digunakan dalam KWT Soka Makmur dalam menjalankan kegiatannya. Penyuluhan ini dilaksanakan di hari yang sama dengan perumusan nama organisasi, yakni hari Minggu tanggal 27 Januari 2019 pukul 19.00 sampai 21.00 WIB.

  1. Penyuluhan dan Pembibitan (Cangkok & Stek)

Rabu 30 Januari 2019 diadakan penyuluhan dan pembibitan dengan cara cangkok dan stek yang diisi dengan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu mengenai bagaimana cara mencangkok dan stek yang biasanya mayoritas hanya dilakukan oleh pada bapak-bapak. Mencangkok dan stek merupakan pengetahuan pertanian dasar yang diharapkan mampu untuk meningkatkan produksi pertanian di Dusun Soka. Hal pertama yang dilakukan dalam penyuluhan ini yakni ibu-ibu diberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai seluk beluk cangkok dan stek, setelah dipaparkan mengenai cangkok dan stek, 10 ibu-ibu dipandu langsung oleh kelompok KKN UMY 084 untuk ikut langsung mempraktekkan cangkok dan stek. Dalam penyuluhan ini terlihat antusias yang sangat besar dari ibu-ibu yang dibuktikan dengan mereka sangat aktif bertanya serta mau ketika diminta praktek langsung. Kegiatan penyuluhan dan pembibitan lewat cangkok dan stek diisi oleh mahasiswa KKN UMY 084 yang kebetulan berasal dari Fakultas Pertanian UMY, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 ibu-ibu di Dusun Soka Desa Seloharjo Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul dan juga oleh seluruh peserta KKN 084 UMY yang berjumlah 10 mahasiswa.

  1. Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Kotoran Ternak

Pelatihan pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak merupakan serangkaian kegiatan dari program pendampingan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Soka.  Pelatihan ini memiliki tujuan untuk memberikan informasi kepada ibu-ibu mengenai bagaimana memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk kompos. Pelatihan ini diadakan berdasarkan pertimbangan mengenai adanya potensi dari kotoran ternak yang melimpah di Dusun Soka dan kurangnya pemahaman warga mengenai cara memanfaatkannya. Pertama, ibu-ibu anggota KWT diberikan penjelasan mengenai bahan-bahan yang harus dipersiapkan sebelum praktek langsung dalam pembuatan. Selanjutnya, kelompok KKN 084 mendemonstrasikan cara pembuatan puupuk kompos yang kemudian beberapa ibu-ibu berpartisipasi didalamnya. Banyak pertanyaan yang diutarakan oleh ibu-ibu anggota KWT menandakan bahwa mereka sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Kegiatan pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak diisi oleh mahasiswa KKN UMY 084 yang kebetulan berasal dari Fakultas Pertanian UMY, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 ibu-ibu di Dusun Soka Desa Seloharjo Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul dan juga oleh seluruh peserta KKN 084 UMY yang berjumlah 10 mahasiswa.  Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Kotoran Ternak ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan penyuluhan pembibitan dengan cangkok dan stek yaitu dilaksanakan pada Rabu 30 Januari 2019.

  1. Penanaman dan Pembagian Bibit

Kagiatan ini merupakan kegiatan terakhir dari serangkaian program pokok pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Soka, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul.  Acara ini dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2019 pukul 13.30 hingga 16.30 di rumah Bapak Dukuh Soka.  Dalam acara ini dibagikan 600 bibit cabai, 300 bibit terong, dan 100 bibit mangga manalagi. Bibit secara simbolis diserahkan oleh Bapak Sriyadi kepada Ibu Supatmi selaku Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Soka Makmur. Bibit selanjutnya dibagikan kepada seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) yang datang dalam acara tersebut sekaligus anggota yang tidak dapat hadir. Kegiatan tersebut sekaligus menutup serangkaian kegiatan dalam program pokok yakni penbuatan Kelompok Wanita Tani di Dusun Soka, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.  Kegiatan Penanaman dan pembagian bibit dihadiri oleh ibu-ibu yang berjumlah sekitar 60 orang dan semua mahasiswa KKN 084 UMY.

PKM KELOMPOK INDUSTRI RUMAH TANGGA KACANG METE DI DUSUN MOJOLEGI DESA KARANG TENGAH KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL DIY

Sriyadi(*), Eni Istiyanti(*)

(*) Staf Pengajar Prodi Agribisnis FP UMY

 

 

 

 

A. Pelatihan Pengoperasian Mesin Pengupas Biji Mete

Kegiatan pelatigan pengoperasian mesin pengupas biji mete ini sesuai dengan perencanaan awal dari hasil survei ke tempat lokasi dengan melihat dan memperhatikan serta meminta masukan saran dan berbagai pertimbangan dari masyarakat, kelompok pengrajin kacang mete Taman Mojo di Dusun Mojolegi Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu potensi yang ada di Dusun Mojolegi Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta adalah tanaman buah mete, berkaitan dengan potensi tanaman buah mete masyarakat telah memanfaatkan biji buah mete untuk dijadikan makanan kecil berupa kacang mete.  Selama ini para pengrajin dalam memproduksi biji mete atau mengupas biji mete menjadi kacang mete masih menggunakan alat yang sangat sederhana. Bermula dari keadaan yang seperti itu peneliti menawarkan alat atau mesin pengupas biji mete kepada para pengrajin mete Taman Mojo di Dusun Mojolegi Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.  Ternyata tawaran tersebut disambut baik oleh pengrajin kacang mete Taman Mojo.  Berkenaan dengan hal tersebut supaya para pengrajin bisa menggunakan dan memanfaatkan mesin pengupas biji mete perlu diadakan pelatihan pengoperasian mesin engupas iji mete.

Pelatihan pengoperasian mesin pengupas biji mete dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 3 Mei 2019 dirumah Ibu Suratinem di Dusun Mojolegi Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mulai pukul 15.30 wib sampai dengan pukul 17.30 wib.  Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan pengoperasian mesin pengupas biji mete, kegiatan pelatihan pengoperasian mesin pengupas biji mete diisi dan disampaikan oleh tim yang terdiri dari Dr. Ir. Sriyadi, MP, Ir. Eni Istiyanti, MP dan Marbudi. Pelatihan pengoperasian mesin pengupas biji mete diikuti 10 pengrajin dari 15 pengarjin yang diundang.

Pelatihan pengoperasian mesin pengupas biji mete antusias diikuti oleh para pengrajin.  Pada pelaksanaan pelatihan pengoperasian mesin pengupas biji mete ini ternyata tidak semudah yang kita bayangkan, pada awalnya mesin tidak begitu saja bisa digunakan. Tetapi dengan diskusi  dengan para pengrajin sedikit-demi sedikit mesin mulai bisa digunakan walaupun dengan berbagai kelemahan salah satunya masih ditemukan satu dua pecah.  Peneliti punya keyakinan lama kelamaan para pengrajin bisa menggunakan mesin dengan baik.

B. Pelatihan Pemasaran Lewat Web dan Pakciging

Program ini disusun berdasarkan obrservasi yang telah dilakukan oleh pengusul pengabdian yang dilakukan pada para pengrajin kacang mete Taman Mojo di Dusun Mojolegi Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul DIY.  Dalam tahap observasi ditemukan bahwa memasarkan kacang mete  belum dikemas sedemikian rupa dan masih memiliki harga pasaran yang rendah. Berkaitan dengan hal tersebut pengusul pengabdian berinisiatif untuk membuat suatu program untuk menfasilitasi pengrajin kacang mete Taman Mojo di Dusun Mojolegi Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul DIY, sehingga nantinya diharapkan dapat memperluas pasaran dan mampu meningkatkan pendapatan pengrajin.  Kegiatan yang ditawarkan kepada para pengrajin adalah pemasaran lewat web dan pakciging, dan tawaran tersebut disambut baik oleh para pengrajin.

Pelatihan pemasaran lewat web dan pakciging dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 17 Mei 2019 dirumah Ibu Suratinem di Dusun Mojolegi Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mulai pukul 15.30 wib sampai dengan pukul 17.30 wib sekaligus dengan buka bersama.  Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan pemasaran lewat web dan pakciging, kegiatan pelatihan pemasaran lewat web dan pakciging diisi dan disampaikan oleh tim yang terdiri dari Dr. Ir. Sriyadi, MP, Ir. Eni Istiyanti, MP dan Marbudi. Pelatihan pemasaran lewat web dan pakciging diikuti 10 pengrajin dari 15 pengarjin yang diundang.

Pelatihan pemasaran lewat web dan pakciging antusias diikuti oleh para pengrajin.  Pada pelaksanaan pelatihan  pemasaran lewat web dan pakciging ini ini terdapat beberapa kendala yang dialami, mulai dari kebingunan ibu-ibu saat dijelaskan mengenai pembuatan aplikasi pemasaran karena kurangnya intensitas ibu-ibu dalam menggunakan smartphone dan keterbatasan signal sehingga pada saat itu tidak bisa langsung mempraktekkan. Sedangkan untuk pakciging para pengrajin awalnya ditawari berbagai bentuk kemasan dan akhirnya dipilih satu kemasan dalam bentuk stiker yang ditempel pada bungkus atau kemasan kacang mete. Dalam kesempatan ini juga diserahkan 2 mesin pengupas biji mete, 10 pisau pengupas biji mete dan 15 paket stiker kemasan.